Senin, 05 Desember 2011

BOLT

ANALISIS FILM “BOLT”

film-bolt-211x300.jpg

Judul Film                       : “Bolt”
Genre                              : Petualangan / Animasi
Durasi                              : 96 menit
Sutradara                        : Chris Williams, Byron Howard
Penulis Skenario             : Dan Fogelman, Chris Williams
Produser                         : Clark Spencer, John Lasseter
Produksi                          : Disney (2008)
Studio                              : Walt Disney Animation Studios
Distribusi                         : Walt Disney Pictures
Direktur                          : Byron Howard, Chris Williams
Asisten Direktur             : Jenny Lewis
Musik                              : John Powell
Editing                             : Tim Mertens
Release                            : 21 November 2008
Negara                             : United States (USA) / Amerika Serikat
Bahasa                             : Inggris
Pemain                            :
*   John Travolta sebagai Bolt
*   Susie Essman sebagai Mittens
*   Mark Walton sebagai Badak
*   Miley Cyrus sebagai Penny
*   Malcolm McDowell sebagai Dr Calico
*   Nick Swardson sebagai Blake
*   Diedrich Bader sebagai Cat Veteran
*   Chloe Moretz sebagai Penny Muda
*   Greg Germann sebagai Agen
*   James Lipton sebagai Direktur
*   Randy Savage sebagai Thug
*   Kari Wahlgren sebagai Mindy
*   Grey Delisle sebagai Ibu Penny
*   JP Manoux sebagai Tom
*   Brian Stepanek sebagai Martin
*   John Di Maggio sebagai Saulus

Unsur Dramatik Film
A.  Ide Cerita
-       Persahabatan antara seekor anjing putih gembala Amerika dengan majikan/ tuannya yaitu seorang anak bernama Penny.
-       Seekor anjing yang mempunyai kekuatan super dalam suatu serial tv, tapi bukan dikehidupan nyata.

B.  Sifat dan Model Judul
Judul film ini mengambil model judul menggunakan nama tokoh utama yaitu “BOLT” sangat efektif menarik perhatian penonton.

C.  Tema
Tokoh sebagai tema : yaitu Bolt seekor anjing super hanya di dunia film dapat membuktikan bahwa menjadi pahlawan bagi pemiliknya/ tuannya tidak butuh dengan kekuatan super saja melainkan dengan upaya dan tekat yang kuat untuk membantu siapapun yang membutuhkan bantuan..

D.  Tokoh
*   Bolt :
Seekor anjing gembala putih Amerika dengan telinga panjang tegak yang lucu dan telah terikat secara emosi dengan majikannya. Dia memiliki sifat setia kepada majikannya, dia sangat lugu sehingga tidak bisa membedakan antara dunia khayalan dan realitas (menghayal sebagai anjing penyelamat super) dan pemberani, rela berkorban demi sang majikannya.
*   Mittens :
Kucing rumahan yang ditinggal oleh majikannya, dia adalah kucing betina pintar dan cerdik yang menasehati dan menyadarkan Bolt bahwa kekuatan dan apa yang dilakukannya adalah tidak nyata tetapi hanya ada di film saja. Setia dan suka membantu temannya Bolt dan Rhino (marmut).
*   Rhino :
Marmut yang selalu membawa dan bermain dengan bola bening (memasukkan tubuhnya ke bola dan berlari-lari di dalammnya) adalah penggemar fanatik Bolt yang menganggap Bolt adalah asli seperti dalam film yang sering ditontonnya. Emosinya gampang terpengaruh oleh keadaan. Setia dan suka membantu temannya Bolt dan Mittens (Kucing betina).
*   Penny :
Seorang anak kecil yang ceria menjadi bintang/ artis/ selebritis cilik setelah membintangi tayangan live show bersama Bolt dan sangat setia menyayangi Bolt, terbukti ketika Bolt menghilang secara tiba-tiba dia bersedih dan merasa kehilangan serta berusaha mencari keberadaan Bolt agar kembali padanya.
*   Agen :
Licik dan egois, Mata duitan dan suka mengeksploitasi serta memanfaatkan kebersamaan dan kesetian antara Penny dan Bolt, tidak mempedulikan perasaan Penny ketika kehilangan Bolt dan hanya mementingkan bisnis dan tayangan live shownya saja.
*   Ibu Penny :
Ibu yang sangat pengertian dan perhatian terhadap anaknya serta memahami kesedihan anaknya ketika kehilangan anjing kesayangannya. Dia juga bersikap tegas dan keras kepada agen televisi.

E.  Konflik
Eksternal         :
-       Dalam film ini terjadinya konflik pada saat bolt lari dari rumahnya untuk menyelamatkan Penny lalu Bolt masuk ke dalam kardus dan kardus tersebut berpindah tempat dan akhirnya bolt tersesat.
-       Ketika bolt salah paham akan keberadaan penny yang diculik. dan ia berusaha menyelamatkan penny dengan kekuatan yang ia rasa kuat untuk menghadapi rintangan apapun. Dan setelah ia sadar penny pun telah memiliki anjing yang hamoir sama dengan bolt. Padahal penny rindu akan sosok bolt yang sebenarnya

F.   Alur/ Plot
Liniear :
Perjalanan Bolt dalam mencari Penny dimulai dari pertemuannya dengan Mittens yang awalnya dikira sebagai penjahat yang menyembunyikan keberadaan Penny, setelah itu dia bertemu dengan Rhino fans beratnya yang siap membantu Bolt untuk menemukan Penny. Ketika bolt telah bertemu Penny dia merasa sedih karena Penny telah bersama Bolt lain, tetapi Mittens meyakinkan bahwa itu semua tidak benar. Saat Penny dalam kebakaran, Bolt menyelamatkan Penny dengan sekuat tenaga. Setelah semuanya berakhir, Bolt, Penny, ibu Penny, Mittens, dan Rhino menikmati kehidupan baru mereka bersama.

G. Setting
*   Tempat :
Terjadi kecelakaan yaitu kebakaran di studio tempat syuting pada saat Penny sedang berakting.
*   Waktu :
Pada saat malam hari Rhino dan Bolt menyelinap ke dalam tempat penampungan hewan liar/ jalanan untuk menyelamatkan Mittens.
*   Suasana :
Bolt bingung, bersedih dan putus asa ketika dia telah menyadari bahwa dia bukan seekor anjing super yang memiliki kekuatan yang bisa melindungi Penny melainkan hanyalah seekor anjing biasa yang terperangkap antara dunia khayalan dan realitas.

H.  Nilai moral
*   Persahabatan antara seekor anjing putih gembala Amerika dengan majikan/ tuannya yaitu seorang anak bernama Penny yang telah terikat secara emosi.
*   Mau berkorban demi keselamatan orang lain.
*   Memanfaatkan kesenangan dan kesetian orang lain untuk bisnis dan diri sendiri adalah perbuatan licik dan egois.
*   Teman yang baik harus selalu ada baik susah maupun senang dan siap membantu temannya ketika dalam kesulitan.
*   Kita sering berkhayal dan bermimpi menjadi pahlawan tanpa kekuatan sendiri. Saat menghadapi kenyataan yang sebenarnya, betapa malangnya nasib kita. Maka daripada mengkhayal kita harus mampu menghadapi realitas dengan ikhlas.

I.     Sinopsis
Cerita dimulai ketika seorang gadis bernama penny ingin memiliki seekor anjing gembala jerman berwarna putih untuk dipelihara. Akhirnya, penny mengadopsi anjing kecil tersebut dan memberinya nama Bolt. Setelah 5 tahun kemudian, Bolt dan Penny menjadi aktris dalam sebuah film yang menceritakan tentang seekor anjing yang mempunyai kekuatan super, dia adalah anjing yang memilki tenaga luar biasa (kecepatan yang luar biasa cepat, memiliki mata panas, kulit super, dan gonggongan super). Penny dan Bolt berperan dalam acara televisi berjudul “BOLT” sesuai dengan nama anjingnya. Karakter dari bolt sebagai peran utama adalah anjing yang mempunyai kekuatan super untuk menyelamatkan Penny dari bahaya Dr. Calico. Dalam acara televisi itu Penny dan Bolt menyelidiki keberadaan ayahnya yang di tawan oleh Dr. Calico. Mereka berusaha menyelamatkan ayah Penny dengan melawan anak buah Dr. Calico dengan kekuatan yang dimiliki bolt. Untuk membuat Bolt mengerti perannya dan untuk mendapatkan gambar yang lebih realistis, pihak acara TV telah memperalat Bolt sejak kecil yaitu dengan cara mengatur syuting sehingga Bolt percaya bahwa acara televisi tersebut adalah nyata dan dia benar-benar memiliki kekuatan super.
Saat melakukan adegan bersama Penny, Bolt tiba-tiba dipisahkan dari Penny. Tiba-tiba Bolt mendengar suara teriakan Penny. Bolt mengira bahwa Penny telah di culik oleh penjahat. merasa majikannya dalam keadaan bahaya, dia berlari mengelilingi studio tempat syuting untuk mencari sumber suara tersebut, tetapi Bolt malah terperangkap di dalam paket box berisi sterofom yang ada di dalam mobil yang akan dikirim dari Hollywood ke kota New York.
Penny merasa sedih ketika Bolt hilang. Dia berusaha mencari dimana Bolt berada. Pihak acara televisi memaksa Penny untuk meneruskan acaranya dengan pemeran pengganti Bolt. Saat perjalanan mencari Penny, Bolt bertemu dengan tiga ekor merpati dan mencari tahu sesuatu yang dekat dengan Dr. Calico yaitu kucing. Merpati-merpati tersebut mengantarkan Bolt pada mittens seekor kucing betina. Bolt menganggap Mittens adalah peliharaan Dr. Calico sehinnga Bolt memaksa Mittens ikut dengannya mencari Penny. Bolt melakukan perjalanan melewati beberapa kota untuk mencari Penny. Bolt pun berusaha melacak keberadaan Penny dengan bantuan teman barunya Mittens (kucing betina) yang awalnya dikira sebagai salah satu dari penjahat yang menculik Penny. Dalam perjalanan Bolt merasa aneh karena kekutan super yang dimiliknya tidak bekerja lagi saat merasakan lapar dan kakinya yang berdarah ketika terjatuh dari mobil. Mittens berusaha menyadarkan Bolt bahwa kekuatannya itu tidaklah nyata. Bolt tidak bisa membedakan antara khayalan dan realitas. Bolt hanyalah seekor anjing biasa dan bukan seekor anjing super yang memiliki kekuatan yang mampu melindungi Penny. Bolt akhirnya menyadari tidak ada kekuatan super pada dirinya. Saat kotak kiriman tiba
Dalam perjalannya Bolt dan Mittens bertemu dengan Rhino seekor hamster pengagum Bolt dalam acara yang diperankannya. Rhino percaya bahwa Bolt memang punya kekuatan super seperti yang diperaninya. Rhino memutuskan bergabung dengan Bolt untuk kembali mencari Penny. Suatu hari, terjadi perpecahan antara Bolt dengan Mitten ketika mereka menemukan tempat tinggal di dekat tempat sampah sebuah restoran. Mitten tentu saja merasa nyaman tinggal di tempat itu, karena dekat tempat sampah restoran sehingga tidak kesulitan mencari makan dari sisa-sisa makanan restoran. Mitten memutuskan untuk tidak meneruskan perjalanan dan tinggal saja di tempat itu. Tetapi sebagai anjing peliharaan, pemikiran Bolt tentu saja berbeda dengan kucing liar seperti Mitten. Bolt tetap bertekad meneruskan perjalanannya mencari Penny. Akhirnya Bolt pergi sendirian meneruskan perjalanan. Untunglah Rhino si hamster bisa menyadarkan Mitten bahwa hanya Bolt yang cocok menjadi sahabat mereka dan mereka berdua pergi menyusul Bolt.
Akhirnya mereka kembali ke Hollywood. Ketika Bolt telah menemukan keberadaan Penny, hatinya terluka karena dia melihat Penny telah bersama Bolt lain. Bolt menemukan Penny memeluk anjing lain seperti yang Penny lakukan pada dirinya. Bolt sedih dan berlari keluar tetapi dicegah oleh Namun, Mittens mengatakan bahwa apa yang dilihat Bolt bukanlah seperti yang dipikirkan Mittens meyakinkan Bolt bahwa itu semua tidak benar, bahkan Penny sangat merindukannya dan sangat menyanginya.
Ketika Penny mengalami kecelakaan yaitu terjadi di studio tempat syuting film akibat ulah anjing mirip Bolt panik dan ketakutan untuk memerankan salah satu adegan berbahaya dan tidak sengaja menabrak beberapa obor yang digunakan sebagai properti syuting dan menimbulkan kebakaran dan Penny terperangkap dalam studio. Bolt berlari ingin menyelamatkan Penny di studio yang terbakar, tetapi tidak bisa mengeluarkannya. Akhirnya Bolt menyelamatkan Penny dengan gonggongan saktinya untuk melacak keberadaan mereka dan mereka pun pingsan.
Kejadian tersebut akhirnya membawa kembali Bolt pada Penny. Ibu Penny, kemudian menghentikan acara TV ketika agen mereka mencoba untuk mengeksploitasi kecelakaan untuk tujuan film. Penny mengadopsi Mittens dan Rhino dan pindah ke sebuah rumah pedesaan untuk menikmati gaya hidup sederhana, bahagia bersama Bolt dan hewan peliharaan barunya. dan  Penny memutuskan untuk tidak meneruskan perannya dalam serial televisi. Akhirnya, Penny memulai hidup baru dengan hewan peliharaannya yaitu Bolt, Mittens dan Rhino dan menikmati kehidupan baru mereka bersama.

Unsur Teknik dalam Film
A.  Musik
-       Lagu Tema  : "I Thought I Lost You".

B.  Cahaya
-       Intensitas Cahaya   : High Key
Karena ini termasuk film yang ringan yang lebih dominan memperlihatkan bagian-bagian yang cerah dan cocok untuk semua umur dan seluruh anggota keluarga khususnya untuk anak-anak.
-       Karakter atau Sifat Cahaya            :
Cahaya yang kuat, langsung dan tajam karena ini adalah film animasi yang menampilkan banyak efek di dalamnya sebagai penguat.

HACHIKO “THE DOG STORY”

ANALISIS FILM
HACHIKO “THE DOG STORY”

Judul Film           : Hachiko “The Dog Story”
Genre                  : Drama – Semua Umur (General)
Produser             : Richard Gere, Bill Johnson, Vicki Shigekuni Wong
Produksi              : Inferno Production
Durasi                  : 104 menit
Sutradara            : Lasse Hallstrom
Penulis                 : Stephen P. Lindsay
Musik                  : Jan A.P. Kaczmarek
Rilis                      : 2009
Penyunting          : Kristina Boden
Pemain                :
*   Richard Gere sebagai Profesor Parker Wilson
*   Joan Allen sebagai Cate Wilson, istri profesor
*   Sarah Roemer sebagai Andy Wilson, anak perempuan Parker
*   Cary-Hiroyuki Tagawa sebagai Ken Fujiyoshi
*   Eric Avari sebagai Jasjeet, pedagang India
*   Jason Alexander sebagai Carl
*   Davenia McFadden sebagai Mary Anne
*   Kevin DeCoste sebagai Ronnie
*   Tora Hallstrom sebagai Heather
*   Robbie Sublett sebagai Michael
*   Hachiko diperankan oleh tiga ekor Akita Inu bernama Chico, Layla, dan Forrest. Ketiganya memainkan periode kehidupan Hachiko yang berbeda (pemain utama).

Unsur Dramatik Film
A.  Ide Cerita       :
A Dog Story's diangkat/ disadur ulang dari film Jepang Hachiko Monogatari. Ini merupakan sebuah kisah nyata yang terjadi pada tahun 1924 di Jepang yang menceritakan tentang balas budi seekor anjing kepada tuannya sampai ia mati. Anjing Hachiko sebenarnya, lahir di Odate, Prefektur Akita, Jepang pada tahun 1923. Setelah pemiliknya yang bernama Dr. Eisaburo Ueno, seorang dosen di Universitas Tokyo meninggal dunia pada bulan Mei 1925, keesokan harinya Hachi kembali menunggu kepulangan tuannya di Stasiun Shibuya. Ia terus menunggu, dan menunggu hingga sembilan tahun berikutnya. Hachiko akhirnya mati pada bulan Maret 1935. Ketika Hachiko dimakamkan, upacara pemakamannya pun layaknya seperti upacara kematian manusia. Banyak orang yang menghadiri pemakaman Hachiko.
Terkenalnya kisah ini, sehingga dibuatlah sebuah patung Hachiko yang terbuat dari perunggu oleh Teru Ando di depan kota Shibuya, Jepang pada tahun 1934. Namun, saat terjadi Perang Dunia II patung Hachiko dilebur untuk keperluan perang. Kemudian dibuatlah kembali patung Hachiko oleh Takeshi Ando yang merupakan anak dari Teru Ando pada tahun 1948. Patung Hachiko, kini dapat dijumpai di tempatnya biasa menunggu, di luar Stasiun Shibuya, Tokyo.

B.  Sifat dan Model Judul          :
Film ini menggunakan nama tokoh utama untuk menarik perhatian penonton. Namun jika penonton sudah melihat film jepang Hachiko Monotagari sudah bisa ditebak apa cerita filmnya dan bagaimana cerita film tersebut. Mungkin jika diberi judul berbeda penonton awalnya belum bisa menentukan bagaimana jalan cerita tersebut dan baru dapat menyimpulakan cerita tersebut pada pertengahan dan ending filmnya.

C.  Tema   :
Tema dari film ini adalah kesetian anjing pada tuannya melebihi kesetiaan manusia. Kesetiaan ini wujud dari tindakan balas budi. Cerita ini memperlihatkan hubungan yang sangat dekat antara manusia dan seekor anjing.

D.  Karakterisasi Tokoh             :
*   Profesor Parker Wilson       :
Ramah, penyanyang dan peduli dapat dilihat dari penggambaran setiap adegan dan jalan ceritanya. Kerja keras tim pelatih anjing pemeran hachiko tergolong sukses sebab anjing tersebut seolah bisa menunjukkan emosi dan ekspresinya.
*   Cate Wilson istri dari Profesor Parker Wilson        :
Mempunyai sedikit rasa tak suka terhadap hachi karena memanipulasi perhatian profesor seutuhnya. Bukan hanya itu juga dia merasa sedih juga, karena telah di tinggal mati peliharaan tercintanya sebelumnya, tetapi dia adalah sosok istri yang memahami kegemaran suaminya yaitu memelihara anjing.
*   Hachiko      :
Seekor anjing Akita yang sangat setia kepada tuannya dan rela berkorban hanya untuk menunggu kepulangan tuannya.
*   Andy Wilson          :
Anak dari Profesor Parker Wilson yang sifatnya baik sama dengan ayahnya dan senantiasa mendukung segala yang dilakukan ayahnya.

E.  Konflik           :
-       Internal       :
Profesor Parker yang kebingungan karena pihak stasiun tidak mau menjaga Hachi dan istrinya yang menolak keberadaan Hachi padahal dirinya jatuh hati dnegan hewan lucu dan menggemaskan.
-       Eksternal     :
Suatu pagi, ketika Parker berangkat kerja, Hachi menyelinap ke luar, dan mengikutinya hingga sampai di stasiun kereta api. Hachi menolak ketika disuruh pulang hingga Parker harus mengantarkannya pulang ke rumah.

F.   Alur Atau Plot           :
1.    Linier
Suatu pagi, ketika Parker berangkat kerja, Hachi menyelinap ke luar, dan mengikutinya hingga sampai di stasiun kereta api. Hachi menolak ketika disuruh pulang hingga Parker harus mengantarkannya pulang ke rumah. Sore itu, Hachi kembali pergi ke stasiun, dan menunggu hingga kereta api yang dinaiki tuannya datang. Parker akhirnya menyerah, dan membiarkan Hachi mengantarnya ke stasiun setiap hari. Setelah kereta api tuannya berangkat, Hachi pulang sendiri ke rumah, tapi ketika hari sudah sore, ia kembali lagi ke stasiun untuk menjemput. Kebiasaan Hachi mengantar dan menjemput Parker berlangsung beberapa lama.
2.    Flashback   
Di sebuah kelas, murid-murid sedang menyajikan presentasi mengenai tokoh pahlawan mereka. Seorang anak laki-laki bernama Ronnie menceritakan tentang anjing kakeknya yang bernama Hachiko. Bertahun-tahun yang lampau, seekor anak anjing Akita tiba di Amerika dari Jepang. Laporan Ronnie adalah tentang kesetiaan Hachi yang menunggu Parker, kakek Ronnie, menjadikan Hachi sebagai pahlawan selamanya di mata Ronnie.

G. Setting               :
1.    Geografik/ Tempat
-       Film ini mengambil latar belakang di Amerika Serikat zaman modern, dan bukan di Jepang pada zaman Showa seperti kisah aslinya.
-       Pengambilan gambar sebagian besar dilakukan di Bristol dan Woonsocket, Rhode Island. Lokasi lainnya termasuk Universitas Rhode Island di Kingston, Providence dan Worcester Railroad Mechanical, dan Columbus Theater di Providence, Rhode Island.Unit produksi kedua melakukan pengambilan gambar beberapa adegan di Jepang.
2.    Temporal/ Waktu
-       Dominan sore dan malam hari.
Sore itu, Ronnie berjalan-jalan bersama seekor anak anjing Akita di tempat kakeknya pernah berjalan-jalan bersama Hachi.
-       Pergantian musim gugur sampai musim semi dari tahun ke tahun.
Tahun demi tahun berlalu, dan Hachi masih tetap menunggu di stasiun.
3.    Ekonomi       :
-       Parker adalah seorang profesor di sebuah universitas.
-       Parker berteman akrab dengan penjaga toko binatang, penjual hot dog dan penjual tiket kereta api di stasiun.
4.    Adat dan Budaya
Hachi selalu mengantar dan menunggu tuannya ke stasiun kereta api, Profesor Parker Wilson.

H.  Nilai Moral       :
Hachiko: A Dog’s Story memiliki pesan yang sangat universal dimana tali keluarga dan hubungan batin terhadap hewan peliharaan ternyata juga sama kuatnya. Kesetiaan yang diberikan oleh siapapun kepada kita janganlah diremehkan, hargai setiap pengorbanan yang mereka berikan sekalipun itu adalah kesetiaan dari hewan peliharaan kita.

I.     Sinopsis :
Cerita ini bermula ketika seorang profesor di sebuah perguruan tinggi bernama Profesor Parker Wilson (Richard Gere) menemukan dan memungut seekor anjing yang tidak sengaja terjatuh dan ditinggalkan oleh kuli angkut di Stasiun Bedridge, Wonsokced, Amerika Selatan. Pada mulanya anjing kecil tanpa nama ini berasal dari jepang dan dikirimkan ke Amerika tanpa alamat tujuan yang jelas. Anjing yang berjenis akita itu kemudian diajaknya pulang ke rumah. Parker menamai anjing itu dengan nama Hachiko. Hachiko dirawatnya hingga ia tumbuh besar.
Suatu hari, ketika Hachiko sudah beranjak dewasa, tanpa disangka ia berlari dan mengikuti Parker ke stasiun yang akan berangkat bekerja dengan mengendarai kereta api. Akhirnya, Parker terpaksa keluar dari kereta untuk memulangkan Hachiko ke rumah. Namun Hachiko, menjemputnya di stasiun pada pukul 17.00.
Sejak kejadian tersebut, Hachiko selalu mengantar tuannya di pagi hari saat pergi bekerja dan menjemput tuannya di sore hari. Para pemilik kios, pedagang, dan pejalan kaki tercengang-cengang dengan kelakuan Hachiko yang tidak seperti anjing pada umumnya. Semua orang-orang di sekitar Bedridge menyayangi Hachiko dan selalu menyapa anjing itu layaknya sebagai manusia. Sampai pada suatu hari, Hachiko tak menemukan tuannya di stasiun pada pukul 17.00.
Kejadian itu terus berulang-ulang terjadi sampai suatu ketika tuannya meninggal ditempatnya mengajar karena serangan jantung, sementara Hachiko sepertinya tak pernah mengertiperihal meninggalnya Paeker.. Karena Hachiko tidak mengerti apa yang terjadi pada tuannya, ia pun tetap setia menunggu tuannya sampai pulang di stasiun. Setelah kematian Parker, Cate menjual rumahnya dan meninggalkan Bedrigde. Sementara Hachiko dipelihara oleh anak perempuan Parker, Andy Wilson (Sarah Roemer). Berulang kali Hachiko kabur dari rumah Andy untuk pergi ke stasiun, berharap ia akan menemukan tuannya kembali.
Andy selalu menjemput Hachiko di stasiun hingga pada akhirnya Andy merelakan Hachiko pergi. Hachiko tinggal di stasiun dan pada pukul 17.00, ia akan dudukdi bundaran di depan stasiun, menanti kedatangan tuannya. Keunikan tingkah laku Hachiko itu menarik perhatian orang orang di sekitar stasiun, bahkan tulisan mengenainya dimuat di koran-koran sehingga orang-orang memberi makan secara bergantian. Kesetian Hachiko bertahan hingga tahu sepuluh meninggalnya Parker. Sampai akhirnya pda musim dingin tahun ke sepuluh, Hachiko meninggal di bundaran stasiun pada tengah malam.

Unsur Teknik Dalam Film
A.  Cahaya
-       Intensitas Cahaya     : Low Key
Karena dalam film ini ingin menciptakan dan menggambarkan suasana murung dan menyedihkan.
-       Karakter atau Sifat Cahaya  : cahaya yang berpencar lunak
Untuk memberikan efek dramatik murung dan sedih dalam setiap adegannya.